Sekitar 200 atlet SOIna akan unjuk kebolehan bermain bola basket dan renang pada event kompetisi Kejurnas Bola Basket dan Renang Special Olympics Indonesia 2008. Kegiatan yang mendapat dukungan dari Departemen Sosial RI dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda ini dilaksanakan pada tanggal 28 – 30 November 2008 di GOR Ragunan Jakarta Selatan. Sekitar 500 orang, terdiri dari atlet, pelatih, keluarga, relawan dan tamu undangan akan hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Ketua Umum PP SOIna, dr. Pudji Hastuti, MSc, PH, kegiatan ini rencananya diikuti oleh 33 provinsi, namun hingga hari terakhir pendaftaran hanya 12 provinsi saja yang sanggup untuk datang ke Jakarta. 12 provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Riau, Jawa Timur, Jambi, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Banten dan Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.
Ketidakhadiran provinsi lainnya disebabkan banyak Pengurus Daerah (Pengda) SOIna yang tidak mendapat anggaran dari pemerintah daerahnya untuk mengirimkan atletnya. Padahal menurut sebagian besar Pengda SOIna, mereka telah mengajukan proposal ke pemerintah daerah sejak jauh hari tapi tidak ada respons. dr. Pudji berharap ke depan Pemerintah Daerah dapat mengalokasikan anggaran bagi kegiatan olahraga Special Olympics Indonesia yang memiliki program kerja rutin dan bukti prestasi yang jelas.
Cabang olahraga bola basket dan renang di SOIna termasuk baru dikembangkan secara merata di seluruh Indonesia, diawali dengan pelatihan pelatih (Train The Trainer) pada bulan April 2008 yang diikuti oleh seluruh perwakilan pelatih SOIna se-Indonesia. Kegiatan ini selain ajang evaluasi pelatihan cabang bola basket dan renang di seluruh daerah di Indonesia juga bertujuan untuk menseleksi atlet menuju kegiatan Pertemuan Olahraga Nasional (PORNAS) VI SOIna 2010.. Rencananya dalam PORNAS tersebut akan mempertandingkan 7 cabang olahraga; atletik, bulutangkis, tenis meja, renang, bola basket, sepakbola dan bocce..
Special Olympics Indonesia
Special Olympics Indonesia (SOIna) adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi Penyandang Tunagrahita di Indonesia dalam rangka pemberdayaan Tunagrahita agar menjadi warga masyarakat yang lebih produktif.
Indonesia bergabung menjadi anggota Special Olympics pada tanggal 9 Agustus 1989 dan menjadi anggota Special Olympics International (SOI) ke-79; dimana SOI sendiri berdiri pada tahun 1968 yang diprakarsai oleh Mrs. Eunice Kennedy Shriver, yang kegiatannya ditopang oleh The Joseph P. Kennedy Jr. Foundation. Special Olympics Indonesia hingga tahun 2007 telah menjaring 42.129 atlet dari 33 provinsi di Indonesia.
Misi Special Olympics adalah menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga sepanjang tahun di berbagai macam jenis olahraga olimpiade bagi Tunagrahita, memberikan mereka kesempatan yang berkesinambungan untuk membentuk fisik yang sehat, menunjukkan keberanian, menikmati kebahagiaan dan memperlihatkan kemampuan, keahlian dan persahabatan dengan keluarganya, atlet Special Olympics lainnya dan masyarakat. Tidak ada pungutan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Special Olympics. Misi ini tercermin dalam janji atlet Special Olympics, yaitu : ”Let me win. But if I cannot win, let me be brave in the attempt”, yang artinya : ”Biarkan kami menang. Tetapi jika kami tidak menang, berilah kami keberanian untuk mencobanya ”.
Saat ini, SOIna telah menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi untuk 7 cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, tenis meja, sepak bola, bola basket, renang dan bocce serta telah mengadakan kompetisi untuk olahraga-olahraga tersebut mulai dari tingkat Kabupaten / Kota, Propinsi, Wilayah hingga tingkat Nasional. SOIna juga memiliki kegiatan Special Olympics Athlete Leadership Programs (ALPs), yaitu pelatihan kepemimpinan bagi para atlet agar memiliki kesempatan untuk berkiprah aktif baik di dalam maupun luar lapangan. Mereka dibimbing menjadi pengurus organisasi, official pertandingan, pelatih atau menjadi juru bicara dan membuat keputusan tentang masa depan Special Olympics. Disamping itu juga ada program Healthy Athlete, yaitu program pemeriksaan kesehatan bagi para atlet untuk menjaga kebugaran atlet, terutama menjelang pertandingan.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :
Nursatyo – PR Manager, Special Olympics Indonesia
ITC Fatmawati, Pusat Niaga Duta Mas Blok C1/1
Jl. RS Fatmawati 39 Jakarta 12150 - Indonesia
T. +62 21 7210080 F. +62 21 72790209 M. +62 21 93025533 E.
soindonesia03@yahoo.com
Atau kunjungi situs web kami di
www.soina.or.id.
www.specialolympics.org.